Home > Sejarah

Ketika Pejabat Tinggi VOC di Batavia Dicekik dan Dibakar Akibat LGBT

Joost Schouten tahiun 1664, Pejabat Tinggi VOC Dicekik dan Dibakar Akibat Sodomi

Eksekusi pelaku Sodomi di depan kerumunan masa di Ghent, 28 Juni 1578.

Oleh: Terguh Setiawan, mantan jurnalis Republika.

"Pada tanggal ini di tahun 1644, Joost Schouten -- pedagang dan diplomat VOC yang cakap -- dicekik dan dibakar menjadi abu di hadapan saya di Batavia karena sodomi yang mengerikan."

Kalimat di atas ditulis Gijsber Heeck, seorang pejabat VOC, dalam memoarnya. Dari memoar Heeck ini pula sejarawan tahu betapa Schouten adalah pria berpengetahuan luas dengan kecerdasan luar biasa.

"Di luar bakatnya yang hebat, Schouten adalah penjahat munafik, penggoda banyak orang, dan diam-diam menggunakan keunggulan dan otoritasnya untuk memaksa orang ke luar dari jalan kesusilaan, menjerumuskannya ke dalam kekotoran memalukan, demi memuaskan nafsi bejat yang jahat," tulis Heeck.

Siapa Schouten

Lahir di Belanda tahun 1600, Schouten beremigrasi ke Hindia-Belanda tahun 1622. Ia segera dikirim ke Ayutthaya, ibu kota Kerajaan Siam, untuk terlibat dalam manufakttur dan perdagangan. Tak lama kemudian, tahun 1624, pelaut Willem Janssen mengangkatnya sebagai sekretaris untuk kunjungan eksplorasi dan pengintaian perdagangan ke Jepang tahun 1625.

Tahun 1633, Schouten kembali ke Siam dan -- menurut situs executedtoday.com -- berhasil menjilat Raja Prasat Thong untuk memenangkan konsesi perdagangan yang menguntungkan pribadi dan menempatkannya di kursi eksekutif VOC.

Schouten melakukan survei geografi, masyarakat, politik Siam, dan diterbitkan tahun 1638. Laporan itu diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dan menjadi rujukan untuk orang-orang Eropa yang akan memasuki Siam. Meski banyak laporan lain menyusul, laporan Schouten masih sangat penting untuk dibaca siapa pun.

Tahun 1640 Schouten kembali ke Batavia dengan semua popularitas yang dimiliki. Dua tahun kemudian ia melengkapi ekspedisi pelaut Abel Tasman ke Pasifik Barat Daya, mengelilingi Australia, dan menemukan Selandia Baru.

Abel Tasman menabalkan namanya di salah satu pulau yang ditemui, yang kini dikenal sebagai Pulau Tasmania. Ia juga memberi nama pulau kecil di lepas pantai Pulau Tasmania dengan nama Pulau Schouten.

× Image