Home > Sejarah

Kisah Paman Prabowo Subianto dalam Perjuangan Kemerdakaan, Pendirian UII, dan Pendirian Pemuda Islam

Subianto Djojohadikusumo, UII, dan Pemuda Islam Indonesia di zaman Kolonial Jepang

Di samping kuliah, Soebianto aktif dalam gerakan pemuda yang mendesak Sukarno-Hatta supaya segera memproklamasikan kemerdekaan di luar skenario Jepang. Bersama Soebagio Sastrosatomo, Soebianto diberi amanah menyampaikan aspirasi par pemuda kepada Bung Karno dan Bung Hatta.

Ketika aspirasi pemuda itu ditolak olehBung Karno, Soebianto dan Soebadio menyampakikan aspirasi para pemuda radikal itu kepada Bung Hatta.

Seperti Bung Karno, Bung Hatta juga menolak aspirasi pemuda yang disampaikan oleh Soebianto dan Soebadio.

"Sejak saat itu," kenang Hatta, 'Soebianto jarang datang ke rumah Hatta. Namun,

Sesudah Proklamasi, Soebianto kembali rajin menyambangi Hatta, hingga Soebianto gugur daldm peristiwa Lengkong, Januari 1946.

Salah seorang sahabat Soebianto di STI, A. Karim Halim mengenang, bila di awal kepemimpinan Soebianto , PP STI berkembang menjadi organisasi pemuda perjuangan yang tanpa kenal Lelah. Soebianto kerap mengumpulkan para mahasiswa STI untuk menggembleng mereka dengan nilsi-nilai kebangsaan dan kemerdekaan.

Soebianto juga menitipkan berapa semboyan perjuangan kepada Karim Halim dengan pesan agar semboyan-semboyan itu ditulis dan dilukis di tembok-tembok kota, di trem, gerbong kereta api, dan di badan-badan mobil.

× Image