Home > Sejarah

Filosofi Ki Hadjar Peletak Dasar Merdeka Belajar

Konsep merdeka belajar sudah dimulai sejak dahulu ketika digagas Ki Hajar Dewantara

Kurikulum merdeka merupakan program kebijakan di bidang pendidikan yang menekankan pada pemberian kebebasan kepada pihak sekolah meliputi guru dan siswa untuk berinovasi dan belajar mandiri. Sedangkan filosofi pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantoroadalah Ing ngarso sung tulodo, Ing madyo mangun karso, Tut wuri handayani.

Guru itu memberikan teladan, Ing ngarso sung tulodo, ketika di depan. Ketika di tengah, membangkitkan semangat, mangun karso. Karsa itu semangat. Dan karsa itu sebagai filosofi dari Ki Hadjar sangat penting. Jadi membangkitkan semangat, motivasi kepada peserta didik (Iwan Syahril, gtk.kemdikbud.go.id, 2020).

Kemudian ketika di belakang mendorong muridnya, Tut wuri handayani, supaya mandiri. Dengan kata lain independen, merdeka. Dengan pendidikan, kita ingin menciptakan murid murid yang mandiri, merdeka. Itulah filosofi Merdeka Belajar; untuk menciptakan kemerdekaan belajar murid-murid yang mandiri.

Konsep Kurikulum merdeka belajar yang dirumuskan oleh Menteri Pendidikan,Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, selaras dengan konsepsi filosofipendidikan yang dicetuskan oleh Ki Hadjar Dewantara, yang menitikberatkan pada pentingnya prinsip kemandirian bagi siswa agar konsep pendidikan tidak hanya proses pemberian pengetahuan kepada peserta didik saja melainkan memberikan peluang kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilannya secara mandiri dengan pengawasan guru beserta orang tua.

Jadi fungsi seorang guru bukan hanya sebagai pemberi ilmu pengetahuan saja akan tetapi sebagai perantara atau pembimbing siswa ketika pemerolehan ilmu pengetahuan. Untuk itu, diperlukan pembentukkan guru ke arah seperti itu (Dewantara et.al., 2009).

× Image